>head>

Jualan di Areal Pos Tente, Penerima Bantuan BPNT dan BBM Ngaku Dipaksa Beli Sembako oleh Distributor

Sembako dijual Distributor UD. Ferdian (photo Man) 

Bima, Sekilasinfontb.com.- Nani pemilik Distributor UD. Ferdian, menjual sembako di areal Pos Tente, Kecamatan Woha, jualannya tersebut diperuntukkan bagi masyarakat penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan BLT Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kegiatan penjualan sembako oleh Distributor yang beralamat di Desa Kalampa tersebut, mendapat protes oleh Ketua BPD Desa Nisa Dean Ananda dan sejumlah penerima manfaat, karena dinilai dilakukan secara paksa.

Dean menyampaikan, sejumlah penerima manfaat asal Desa Nisa mengeluhkan adanya penjualan sembako di areal Pos Tente. Setiap masyarakat yang telah menerima bantuan. Dipaksa membeli sembako oleh Distributor.

“Distributor memaksa penerima bantuan BPNT dan BLT BBM membeli sembako yang jual di areal Pos Tente, ujar Dean mengutip laporan warganya, Sabtu, (10/9/2022).

Salah satu Desa yang menerima bantuan di di Kantor Pos Tente hari ini, yaitu Desa Tente, sebagai Ketua BPD, Dean merasa keberatan, sebeb, di Desa nya sudah ada e-warung atau brilink tempat masyarakat menjual sembako.

“Areal Pos bukan pasar untuk dijadikan tempat jualan, Distributor tidak bisa memaksa penerima bantuan untuk membeli sembako di luar e-warung,” kata dia.

Nani Distributor UD. Ferdian, yang ditemui di depan Pos Tente, mengakui telah menjual sembako sejak hari pertama pencairan bantuan BPNT.

“Hari pertama saya menjual di depan Kantor Pos, karena panas, hari kedua ini, saya diberi ijin untuk jual di dalam areal Pos,” kata dia.

Nani juga mengakui, hanya penerima bantuan BPNT asal Desa Kalampa yang diharuskan membeli sembako pada dirinya, terkait informasi warga Desa lain yang dipaksa, Nani membantah.

“Buktinya Desa Nisa hanya satu orang yang membeli sembako ke saya, ini catatanya” kata dia sambil menunjukan catatanya.

Dia juga mengakui, tidak ada yang memerintah dirinya untuk menjual sembako di areal POS Tente. Ini murni inisiatif dirinya atas ijin dari Pimpinan Pos.

“BPNT sejumlah Rp. 200 ribu itu memang diharuskan untuk membeli sembako, kalau BLT BBM Rp 300 tidak untuk sembako,” kata dia.

Kepala Pos Tente, Irwan Amirullah, mengatakan, semasih pedagang tidak menggangu kegiatan pembayaran BPNT dan BLT BBM, pihaknya tidak pernah melarang masyarakat untuk memanfaatkan areal untuk berjualan.

“Saya ijinkan untuk berjualan di dalam areal Pos, asalkan habis kegiatan, tempat ini harus dibersihkan, itu komitmen sehingga saya kasih ijin,” kata dia.

Terkait adanya aktifitas penjualan sembako oleh Distributor dalam areal Pos, dirinya membantah ada perintah Dinas Sosial untuk bekerja sama. Bahkan dirinya menepis informasi telah mengarahkan penerima bantuan untuk membeli sembako yang disediakan pedagang.

“Saya tidak diperintah siapapun soal penjualan di areal Pos, dan saya tidak pernah arahkan penerima bantuan untuk membeli sembako,” Pungkas dia. (Man).

>head>
0 0 votes
Beri Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
.